Fotografi Sunset Di Danau Mustika Grande

 Aku gak mau bahas banyak tentang Mustika Grande. Ya itu daerah di Burangkeng , Setu Bekasi. Bukan tempat menarik. Cuma di situ ada danau ya...

Should Watch

Kisah Cinta Pertamaku Yang Kandas

Waktu itu tahun 1997. Aku baru saja lulus dari SMA. Memang waktu SMA aku tidak pernah pacaran. Boro-boro pacaran kenal cewek aja aku takut walaupun ada rasa suka sama salah seorang teman di kelas tapi aku tidak berani ngomong. 

 

Yah gitulah aku mengalami krisis kerpecayaan diri ketika berhadapan dengan cewek. Hari-hariku aku habiskan dengan teman-teman cowok bermain bola dan  tongkrong-tongkrong. 

 

Setelah lulus aku pergi ke Bandung. Nah disana aku bekerja pada sebuah perusahaan penerbitan buku. Aku dikirim ke Garut untuk menawarkan buku buku ke sekolah. Aku ikut saja. Ternyata di garut masih menerima karyawan untuk administrasi. 

 

Setelah beberapa minggu , perusahaan akhirnya dapat dua orang admin perempuan. Salah satu namanya Ita. Setiap hari aku lapor dan setoran ke kantor dari tagihan buku. Aku selalu bertemu dengan Ita. Aku gak malu kalau berhadapan dengan cewek kalau dalam urusan serious. Komunikasiku mengalir dan mungkin enak dimata Ita. Sehingga kadang aku berani menggoda dia dengan kata-kata rayuan.. 

 


Mulai dari situ setiap pulang ke rumah aku merasa kok perasaanku makin hari makin beda dengan Ita. Aku merasa ada yang aneh, tiba-tiba merasa kangen dan ingin ketemu dengan dia. Mungkin ini namanya cinta. Aku belum tahu apa rasanya jatuh cinta jadi masih belum yakin. 

 

Aku juga merasa Ita juga punya perasaan yang sama. Terkadang ketika waktu pulang aku coba tawarkan mau aku antar sampai ke tempat pemberhentian angkot, dia mau aja aku antar pake motor vespaku investaris dari kantor. 

 

Setelah sekian lama hubunganku tanpa kejelasan. Ita sering memberikan perhatian yang membuat aku makin merasa gak karuan. Suatu hari, waktu aku mau antar pulang ke tempat biasa, Ita bilang kalau dia mau pulang ke daerah Bun Bulan daerah pinggiran Garut. 

 

Besok paginya aku tak melihat Ita di kantor. Aduhh perasaan mulai gelisah aja.. ada sesuatu yang hilang. Setelah itu aku tanya pada supervisor berapa lama Ita pulang? Dia bilang tiga hari, tapi setelah tiga hari tak kunjung datang. 

 

Aku dah kaya orang mabuk ... perasaan makin kacau. Aku belum tahu kalau itu adalah perasaan cinta. Setelah satu minggu aku ke kantor dan tak melihat Ita. Saat pulang dari lapangan aku melihat Ita dikantor tapi dia datang dengan pakaian casual dan tidak masuk kerja. 

 

Aku sapa dia dan dia seperti juga merasa ada yang aneh dari sorotan matanya. Aku tanya dia kenapa dia gak menjawab kemudian besok harinya dia minta janjian ketemu di suatu tempat. 

 

Kebetulan hari libur, pagi-pagi aku sudah siap. Aku temui Ita. Kami bicara banyak , aku merasa senang. Ita bilang dia akan berhenti kerja karena mau diajak saudaranya ke Bandung. Dia bilang mungkin mau kerja di Bandung atau kuliah. Aku merasa kehilangan mendengar ucapanya. Otomatis aku akan berpisah dengan dia. Tahun itu komunikasi tidak mudah karena orang banyak yang tidak punya telepon. Yang ada telepon rumah. 

 

Pikiran sudah gak enak aja dengar Ita ngomong begitu. Tapi aku gak sadar aku gak berani ngomong apa-apa tentang perasaanku.. maklum aku gak tahu kalau aku jatuh cinta dan cara ngomongnya. Aku lihat Ita nampak sedih juga dan terlihat ada air mata di pelupuk matanya, namun sepertinya dia menyembunyikan itu. 

 

Waktu berlalu hari pun sudah sore. Tak sepatah kata cinta aku ucapkan. Ahirnya Ita seperti sewot dia minta pulang. Aku tahan dan dia menunggu. Aku pun tak tahu harus bilang apa ketika dia tampak marah. Aku pikir dia membenci aku. Dia benar-benar marah dan minta pulang. Aku pegang tangan dia dan dia diam kemudian dia menggenggam tangaku erat. Aku masih belum sadar harus ngomong apa akhirnya aku cuma bilang kalau kamu mau kerja di Bandung ya sudahlah aku minta kenang-kenangan. Dia kasih aku sebuah foto yang ada di dompet dia dan dia minta diantarkan ke terminal untuk pulang. 

 

Aku tidak bisa lagi menahan keinginan dia. Aku antarkan dia dan nampak wajahnya sedih dan marah. Ketika bus sudah jalan aku baru sadar dan semua sudah terlambat. 

 

Aku pulang ke tempat kos. Perasaanku makin kacau. Aku tak bisa menghubungi Ita lagi. Ahirnya besok harinya akut temui salah satu teman dia yang aku kenal. Dia cerita kalau Ita itu suka sama aku. Dia menunggu aku mengatakan itu. 

 

Oh .. bodohnya aku .. bilang cinta aja gak bisa.. gak tahu perasaan ku sendiri. Aku benar -benar menyesal. Pantas waktu aku pegang tangan dia , dia membalas pegangan itu dengan pegangan yang kencang sekali seolah tak ingin berpisah. 

 

Hari berlalu aku tak tahu kabar dia. Aku pernah berkunjung ke rumah kakaknya di Kota Garutnya.. dan kakaknya seperti menutupi keberadaan Ita. Sampai aku pindah dari Garut ke Bandung, aku tak pernah tahu kabarnya Ita. Itulah kisah cintaku yang pertama kandas karena aku bodoh tak mengerti perasaanku sendiri dan tak bisa memahami perasaan wanita. Kata teman Ita, Ita tak mau ketemu aku lagi karena aku tidak suka sama dia .... Makin hancur hatiku... ok kawan-kawan itulah kisah cinta pertamaku yang kandas. 

 

 

0 komentar:

Posting Komentar