Fotografi Sunset Di Danau Mustika Grande

 Aku gak mau bahas banyak tentang Mustika Grande. Ya itu daerah di Burangkeng , Setu Bekasi. Bukan tempat menarik. Cuma di situ ada danau ya...

Should Watch

Politik Rantai Emas Apa Itu?

 


                   https://en.wikipedia.org/wiki/Senapati_of_Mataram

Di Pulau Jawa, dalam sejarah berdiri kerajaan-kerajaan kuno, Mataram Kuno Hindu, Kediri, Singasari, Majapahit, Demak, Pajang, dan yang terakhir adalah Mataram Islam. Mengapa semua kerajaan tidak ada hari ini? Sebab, kerajaan-kerajaan tersebut gagal melakukan suksesi atau pergantian kepemimpinan. Pergantian penguasa Jawa penuh dengan sejarah berdarah di antara para raja, putra, dan saudara kandung. 

 Jatuhnya Majapahit berada di bawah kekuasaan **Brawijaya V**. Runtuhnya Majaphit adalah karena adanya pertarungan antara Kerajaan Islam baru, Demak Bintoro. Raja Demak adalah Raden Patah. **Dia adalah putra Brawijaya V. Majapahit ditumbangkan oleh putranya sendiri**. **Joko Tingkir adalah salah satu keturunan Brawijaya V**. Ia adalah anak dari Ki Ageng Pengging. Ia menjadi penguasa Pajang. Pajang adalah otonom di bawah Kerajaan Demak. **Setelah Sultan Trenggono wafat, kerajaan Demak dipindahkan ke Pajang oleh Joko Tingkir.** Joko Tingkir adalah menantu Sultan Trenggono. Hal ini menimbulkan ketidak sukaan pada anak dan menantu yang lain dari Sultan Trenggona. Akhirnya terjadilah perang saudara antara Joko Tingkir dengan Aryo Penangsang yang sebenarnya masih saudara, dan terjadilah pertumpahan darah.  Pajang dibantu oleh Sutawijaya anak dari Ki Ageng Pemanahan. Sutawijaya juga keturunan Brawijaya V. 

 

Raja Pajang memberikan hutan Mentaok  kepada Sutawijaya. Sutawijaya dan pengikutnya membangun hutan Mentaok, sebuah kota kecil di bawah kerajaan Pajang. **Sutawijaya memberontak melawan Pajang**. Dia memenangkan perang, dan Mentaok menjadi kerajaan baru bernama **Mataram**. Mataram ada di Yogyakarta hari ini. Sebelum Mataram menjadi kota, ada sebuah daerah yang sudah berdiri di wilayah itu. Namanya **Mangiran**. Pemimpinnya adalah Ki Ageng Mangir. **Ki Ageng Mangir VI, atau Bagus Wanabaya, masih keturunan Brawijaya V**. 

 

Penasihat kerajaan  memberi tahu kepada Raja  Mataram Panembahan Senapati bahwa daerah Mangiran akan menjadi ancaman bagi Mataram karena daerah itu berkembang pesat. Ki Ageng Mangir IV memiliki pengikut yang banyak. Selain itu dia seorang yang sakti mandraguna. Panembahan Senopati memutuskan untuk menaklukkan Mangiran, tetapi penasehatnya mengatakan bahwa kekuatan Mataram tidak akan mampu menaklukkan Mangiran. 

Akhirnya, Ki Juru Mertani, ketua para penasehat, mengajukan trik politik. Yaitu "Rantai Emas"**. Rantai Emas adalah strategi politik penguasa Jawa untuk menaklukkan wilayah yang lebih kuat atau memiliki kekuatan yang sama. 

 


Rantai emas adalah strategi untuk mengirim putri Mataram ke Mangiran. Sang putri memiliki tugas untuk menarik Ki Ageng Mangir untuk menikahinya. Dalam budaya Jawa, menantu harus mengikuti aturan ayah mertua. Panembahan Senopati mengutus Putri Pembayun. Dia adalah seorang gadis muda yang cantik. Ki Ageng Mangir jatuh cinta padanya dan menikahinya. Namun, **Putri Pembayun** jatuh cinta pada Ki Ageng Mangir. Ia melupakan tugas ayahnya untuk menaklukan Ki Ageng Mangir. 

 

Panembahan Senopati mengundang Ki Ageng Mangir ke Keraton Mataram bersama putrinya. Dalam budaya Jawa, menghadiri undangan raja berarti kalah. Ki Ageng Mangir akhirnya datang ke Keraton Mataram karena diikat dengan rantai emas. Di istana, Ki Ageng Mangir dibunuh oleh salah satu anak atau pembantu Panembahan Senopati. Dalam versi lain, Panembahan Senopati tidak ingin membunuh Ki Ageng Mangir, tetapi para pembantunya melakukannya. Salah satu saudara Ki Ageng Mangir bersumpah akan membalas dendam pada pembunuh Ki Ageng Mangir. Raden Ronggo dituduh sebagai pembunuh Ki Ageng Mangir. Dia diserang oleh tombak dan mati. Setelah itu, Mangiran berada dibawah  kerajaan Mataram. 

 

Putri Pembayun diselamatkan karena mengandung anak Ki Ageng Mangir. Dan keturunan Ki Ageng Mangir tidak terputus. Mataram mencapai kejayaannya di bawah kekuasaan **Sultan Agung**, **Raja atau Sultan Mataram ketiga**. Salah satu **keturunan Ki Ageng Mangir bernama Utari**. Dalam sejarah Jawa, saat Mataram menyerang VOC di Batavia, atau Jakarta hari ini, **Utari adalah agen intelijen wanita** yang membantu Sultan Agung. Utari membunuh JP Coen dengan racun, tetapi Belanda mengatakan bahwa JP Coen meninggal karena malaria. 



 Ok brother.. .aku kira ini adalah cerita yang agak rumit tapi mudah-mudahan memberi wawasan dan hiburan. Mohon maaf apabila ada kesalahan atau ketidak tepatan dalam cerita ini. Mohon diluruskan ya....

Rantai Emas adalah semacam strategi cerdas dan politis penguasa Jawa untuk menaklukkan wilayah yang memiliki kekuatan yang sama atau lebih kuat. Suksesi penguasa Jawa berdarah di kalangan keturunan Brawijaya V.

 

Sampai sekarang sepertinya politik ini masih digunakan lohhh ... silahkan menganalisa sendiri. 

 Referensi : https://id.wikipedia.org/wiki/Sultan_Agung_dari_Mataram 

                    https://id.wikipedia.org/wiki/Ki_Ageng_Mangir

*Film Sultan Agung - Penguasa Kesultanan Mataram III Menyerang VOC di Batavia** 

0 komentar:

Posting Komentar