Fotografi Sunset Di Danau Mustika Grande

 Aku gak mau bahas banyak tentang Mustika Grande. Ya itu daerah di Burangkeng , Setu Bekasi. Bukan tempat menarik. Cuma di situ ada danau ya...

Should Watch

Kemerdekaan Itu Adalah Kesempatan Yang Sama dan Keadilan Sosial

 Merdeka bagi aku adalah sebuah kesempatan untuk tumbuh dan berkembang yang dilindungi oleh rasa keadilan sosial. Kita tak takut mengungkapkan pendapat, berkarya dan berinovasi. Walaupun negara tidak mendukung secara finansial namun setidaknya negara mendukung semua warga negara untuk memiliki kesempatan yang sama secara ekonomi, politik, hukum dan sosial. 


Kesempatan yang sama bukan berarti harus sama. Kalau aku hanya seorang blogger , aku punya kesempatan yang sama dengan blogger lain untuk berkembang. Selain itu tulisanku yang sedikit mengkritik pihak tertentu terutama pemerintah tidak dijadikan alat bukti agar aku diseret ke meja hukum. Kalau kritis disama artikan menghina akan menjadi masalah buat kami para blogger. Kami tidak terikat oleh aturan institusi untuk berbicara. Kalau pegawai negeri mungkin punya aturan lembaga sementara kami penulis bebas dan tidak di bayar. Maka dari itu perlindungan hukum sangat dibutuhkan. Kami takut loh mengkritik pemerintah sekarang ini dengan UU ITE. 


Kami hanya ingin mempunyai kesempatan untuk tumbuh dengan cara kami. Kalau para petani punya kesempatan mendapatkan segala keperluan pertanian yang terjangkau dan tersedia di pasaran, banyak lulusan baru juga ingin mendapatkan kesempatan bekerja dengan tersedianya banyak lapangan pekerjaan. Jangan para pendatang di beri karpet merah untuk bekerja dengan gaji tinggi sementara orang asli harus mangantri seperti ular untuk melamar pekerjaan. 



Merdeka adalah rasa tidak tertekan untuk berkarya dan berkreasi. Berikan saja payung hukum yang adil agar pelanggaran dengan mengatasnamakan kreatifitas juga bisa di tindak. Banyaklah pelanggaran konten atas nama kreatifitas. Misalnya konten porn.... Nah kalau kami merasa aman berkarya tentu akan mengahasilkan karya-karya yang bisa dinikmati oleh halayak. 


Nah itulah arti kemerdekaan bagiku. Kesempatan yang sama dan keadilan sosial yang tercipta.

Pak Polisi Pak Polisi

 Sekarang ini benar-benar lagi rame kasus tewasnya Brigadir J. Ketika awal rilis, berita tersebar bahwa Brigadir J melecehkan istri seorang perwira dan terjadi tembak-menembak. Namun ternyat skenario itu mentah setelah pihak keluarga membuka mayat Brigadir J dan menemukan kejanggalan. 


Netizen mulai rame dan menjadi tekanan publik yang hebat. Yang aneh dari netizen ini tidak ada cebong kampret, semua bersatu menuntut transparansi kasus kematian brigadir J. Semakin hari tekanan itu semakin kuat. Akhirnya pihak polisi melakukan autopsi ulang. Ketika autopsi ulang, pengacara Brigadir J berbicara kepada media dan sosial media tentang kondisi Brigadir J. Hal ini menjadikan publik semakin penasaran dan semakin menekan agar kasus ini diselesaikan dengan transparansi. 


Bapak Presiden Jokowi sempat memanggil Kapolri untuk menyelesaikan kasus ini dengan tuntas. Bapak Listyo Sigit cepat tanggap. Dia utus Komjen Agus memimpin team khusus. Dan akhirnya ..der..der .. publik sedikit terpuaskan karena ternyata kepolisian menetapkan Irj F.S sebagai tersangka. 


Mata publik tertuju pada profil Komjen Agus, Jendral Listyo Sigit, Pengacara Brigadir J dan beberapat tokoh lainya. Merekalah orang-orang yang menjadi perbincangan di dunia offline maupun online. 


Luar biasa aku juga merasa sangat kagum dengan kinerja kepolisian RI. Nah apakah kasus ini di pengadilan juga akan sehebat para polisi untuk mengadili F.S? 


Tentu publik menunggu dengan harap-harap cemas jangan sampai FS dan 31 orang anggota polisi yang terlibat melakukan counter terhadap kasus tewasnya Brigadir J. 


"Kalau tidak bisa membersihkan ekornya saya akan potong kepalanya" Kira-kira begitu kata bapak Kapolri Listyo Sigit. Ucapanya terbukti tidak hanya kepalanya yang dipotong ekornya juga di potong-potong. Kami rakyat Indonesia selalu mendukung bapak polisi untuk menegakan hukum dan mengayomi masyarakat. Kalau polis tidak bisa mengayomi terus kami minta perlindungan dari kejahatan kepada siapa? 



Setelah Kopid ada Cacar Monyet dan Cacar lainya Disertai Perubahan Iklim

 Drama kopid 19 telah berahir atau sudah tak di percaya lagi. Dengan menyisakan milyaran sampah masker, masyarakat sudah mulai cerdas. Pemaksaan penggunaan masker telah menghasilkan masalah baru untuk lingkungan. 


Hal lain yang bersamaan dengan kopid adalah paksinasi. Mulai dari 1,2 Booster 3 dan 4. Sepertinya booster 3 dan 4 tidak berjalan lancar. Omzet sudah menurun karena paksin tersebut sudah tak terbeli oleh negara-negara dengan anggaran cekak. Para pemimpin negara yang mau mikir juga harusnya gak mau dong beli paksin pake anggaran. Anggaran bisa dialihkan ke pembangunan bukanya bayar utang ke perusahaan paksin. 

 

Isu selanjutnya adalah masalah perubahan iklim, pembatasan carbon dan nitrogen yang menjadikan politisi di beberapa negara eropa membatasi produksi pertanian. Hal ini memicu protest ribuan petani di Belanda, Jerman, Itali dan negara Eropa lainya. Bagaimana dengan negara Asia? Ya.. tinggal menunggu waktu soalnya para pemimpin Asia masih berhitung dengan jabatan mereka. Kalau mereka memberikan batasan-batasan seperti yang di lakukan politis Eropa terjadi adalah kenaikan harga, menurunya produksi pertanian yang akan menyebabkan harga mahal dan langka selain itu akan meningkatkan kelaparan. Dengan kondisi demikian para pemimpin Asia akan berpikir ulang kalau mengikuti arahan World Eco-destoyer Forom. 

 

Pembatasan distribusi bahan bakar dengan menggunakan aplikasi sudah terjadi di Srilanka dan akan merambah negara Asia lainya. Pemimpin yang  tersandera atau yang haus akan jabatan akan terus ditekan dengan kebijakan para pemimpin dari World Eco-destroyer Forom. Namun kita akan tunggu nih seberapa berani nih para pemimpin asia menentang agenda dari w-ef tersebut. Siap-siap menuju revolusi 4.0 atau revolusi jilid 2.... wkkwkw yang gak paham ya gak apa apa lah buat hiburan aja tulisan ini. 





Orang Awam Berpolitik Dengan Cerdas

 Politik itu adalah cara untuk meraih kekuasaan. Kekuasaan itu hanya akan dinikmati oleh para pemimpin. Sementara itu rakyat hanya menjadi tumbal kerakusan para pemimpin. 


Bukankah banyak para pemimpin yang lupa akan janji politiknya setelah mereka menduduki kursi kekuasaan. Ketika ada ungkapan dari tokoh politik bahwa "Janji politik tidak harus di tunaikan" masihkah rakyat memilih pemimpin yang demikian? 


Lantas pada saat kampanye mereka menjanjikan ini dan itu tapi hasilnya nol.. masih juga di pilih.. oh sungguh kalau aku bilang itu bukan politik yang cerdas. 


Orang yang cerdas akan melakukan koreksi kepada pemimpin yang tidak pro kepada kebijakan rakyat. Kalau terus terusan menaikan harga , membuat aturan yang menyulitkan kehidupan rakyat untuk memperoleh kebutuhan dasar .. tinggalkan saja parte -parte tersebut. Apa sih arti loyalitas kepada parte kalau wakilnya gak pro kepada rakyat. 


Tidak ada loyalitas kepada partai politik yang hanya mementingkan para elit., Kebijakan yang hanya pro konglomerat. Jargon parte yang pro rakyat itu omong kosong. Gak ada aturan untuk meninggalkan parte.. . Apa lantas pilihan kita jadi luntur dengan sebungkus paket sembako yang nilainya sekitar seratus ribuan? ... Seratus ribu lantas kita gadaikan masa depan kita hanya untuk mendukung kebijakan yang membebani kehidupan rakyat. 


Harga naik, pajak naik, biaya sekolah naik, BBM naik apa aja kerjanya kalau semua di naikan.. kami memilih para pemimpin untuk membuat harga jadi terjangkau bukan memimpin untuk menaikan harga.. ah kalau alasan ini adalah masalah global .. perduli amat dengan masalah ekonomi global ..kami rakyat menuntut harga gak naik, sekolah murah, sembako murah, pekerjaan gampang di dapat .. gak usah muluk -muluk bicara ekonomi global... 


Kalau gak bisa nurunin harga turun aja lo pada dari gedung -gedung itu .. kalau aku sih yang rasional ajalah ... aku gak mau tau masalah pemerintah dengan hutang dan ini itu, yang aku mau turunkan harga .. , pekerjaan gampang , sekolah murah.. BBM murah ,... itu aja .. kalau gak bisa gak pantas lo pada duduk di sono di kursi terhormat itu. 



Fenomena Anak Nongkrong SCBD Tidak Terjadi Begitu Saja

 Hari ini siapa yang tak kenal nama Bonge, Roy, Jeje, Kurma dan teman-temanya. Mereka adalah sekumpulan remaja yang suka nongkrong di daerah Dukuh atas. Kegiatan mereka awalnya hanyalah sebuah kegiatan nongkrong yang oleh kebanyakan orang tidak ada manfaatnya. Memang benar apa yang mereka lakukan sebelum viral tidak ada manfaatnya bagi mereka orang yang terpelajar dan dari kalangan ekonomi menengah ke atas. 


Sebagian besar mereka adalah anak putus sekolah. Nongkrong di pinggir jalan, main gitar dan mengamen adalah hal yang sangat luar biasa bagi mereka tapi gak bagi kalangan bermobil dan berada. Para pekerja kantoran di sekitaran Sudirman mungkin akan merasa risih dengan keberadaan mereka pada awalnya. Seharian mereka hanya duduk-duduk , menyanyi dengan lagu dan joget yang anti mainstream benar-benar sebuah pemandangan kelas sosial yang sangat berbeda dari kalangan pekerja kantor. 


Pada saat itu mereka , anak nongkrong SCBD juga bukan konten creator yang terkenal walaupun sebagian dari mereka memiliki akun sosial media seperti Ig, tiktok dan lainya, namun popularitas mereka juga tidak lebih hebat dari para konten creator dari kalangan menengah ke atas. Lantas kenapa mereka menjadi viral dan terkenal? 


Popularitas Bonge dan kawan-kawan sebenarnya diangkat oleh konten creator yang mewawancarai mereka. Ke luguan dan kehidupan mereka yang anti mainstream membuat vidoe mereka menjadi viral. Bonge sendiri bisa kehilangan akun instagram setelah dia terkenal yang followernya katanya tidak lebih dari 10 ribu. Ini artinya Bonge bukanlah konten creator. Dia sekarang menjadi aktor yang akan menarik perhatian para konten creator untuk kolaborasi bareng denganya. 


Kehidupan Bonge, Jeje, Roy, Kurma dan kawan-kawan bukanlah kehidupan normal anak -anak remaja pada umumnya. Anak remaja pada umumnya menghabiskan waktu di sekolah, tempat les dan bermain gadget di rumah orang tua mereka. Mereka hidup brekecukupan. Sementara itu Bonge dan kawan-kawan harus bekerja sebagai pengamen , bahkan sebagai manusia silver untuk memenuhi kebutuhan diri mereka dan bahkan keluarga mereka. 


Kalau ada tokoh agama yang mencela mereka hanya karena mereka tidak sholat dan berpakaian ala barat.. aduh ..picik sekali dia. Dia tidak melihat latar belakang kehidupan mereka. Ketika mereka hidup kekurangan, kau jangan bicara agama pada mereka. Bicaralah bagaimana mereka bisa meningkatkan taraf hidup mereka, mencukupi kebutuhan mereka baru kau bicara agama dan moral. 


Dalam sebuah wawancara TV Bonge, Roy ditanya apa keinginan kamu" Mereka menjawab ingin membahagiakan orang tua" ... Jawaban ini bukankah sebuah perkataan yang mengandung nilai ajaran agama dan moral yang tinggi? Jadi menghakimi mereka sebega agen liberalisme dan kehidupan bebas dijalanan adalah sebuah cara pandang orang yang mainya kurang jauh, atau orang itu tidak pernah pulang larut malam, atau bacaan dia cuma satu buku kemudian dia seolah-olah sudah menguasai sebuah ilmu. 

 

Jadi mari melihat fenomena ini sebagai sebuah kenyataan yang harus dihadapi. Ada banyak ribuan remaja yang tidak beruntung yang tidak bisa duduk di bangku sekolah. Ada banyak remaja yang tidak beruntung yang dia harus mencari sesuap nasi ketika teman-temanya duduk di masjid, gereja, atau tempat ibadah lainya mendengarkan para penceramah agama. Lihatlah mereka dengan kasih sayang. Berikan kesempatan kepada mereka untuk tumbuh dan berkembang. 

 

Dengan kasih sayang kita bisa melihat sesuatu tanpa harus menghakimi. Kalau ada kesalahan bukankah kesalahan itu bisa diperbaiki selama nafas masih di kandung badan? 

 

Jual NFT Gratis Di Rarible

Apa itu NFT? NFT adalah token unik yang di buat diatas jaringan blockchain. NFT singkatan dari Non-fungible token artinya token yang mudah di pindahkan atau di transfer dari satu tempat ke tempat lainya. 


NFT dibuat pada jaringan blockchain seperti ethereum, polygon, bsc , wax dan lainya. NFT biasanya dibuat terbatas jumlahnya mulai 1 sampai jumlah tertentu. Untuk sebuah karya seni digital biasanya para creator hanya membuat 1 NFT. NFT aset bisa di jual belikan layaknya cryptocurrency. Aset itu bisa berpindah dari 1 wallet ke wallet lainya.

Untuk membuat NFT biasanya di sebut Minting. Minting NFT memerlukan biaya jaringan yang lumayan. Namun jika kamu ingin menjual NFT kamu bisa mencetak di platform rarible.com , kamu tidak perlu membayar biaya minting atau gas fee. Kamu cukup membuat token yang masuk ke pasar. Setelah NFT kamu dicetak dan masuk kepasar, aset NFT kamu masih terkunci sampai ada pembeli yang membeli NFT yang kamu jual. Pembeli tersebutlah yang akan membayar gas fee atau biaya minting sehingga NFT yang kamu buat akan menjadi milik pembeli tersebut. Kamu sudah tidak memiliki NFT aset kamu di dompet. 


Setelah pembeli membayar maka aset NFT kamu akan berpindah dan bisa ditransfer dan diperjual belikan di market. Kamu bisa juga mencetak langsung NFT kamu, tapi harus membayar network fee yang lumayan untuk jaringan Ethereum. 


Kamu penasaran ingin jual NFT karya digital kamu? Coba saja rarible.com gratis kok. Kamu cukup download metamask wallet di browser kamu dan login dengan wallet tersebut. 


Berikut adalah koleksi NFT aku yang aku buat di rarible. Walaupun belum ada pembeli .. asik-asik aja lah .. 




Kalau Aku Bilang Sih Orang Yang Mengaku Oposisi Tidak Pandai Memanfaatkan Isu

 Aku nulis ini gak pro oposisi dan pro pemerintah yah.. cuma sekedar mengkritik keduanya., Jadi ya ... gitulah. 



Ok kawan-kawan jangan marah kalau baca tulisan gini, kita belajar bersilang pendapat lah bair gak main politik kasar. Pake logika aja lah... 


Jadi gini menurut aku sih pemerintahan Bapak Jokowi sudah bagus namun sayang banyak proyek besar yang sebenarnya kita tidak butuhkan. Seperti misalnya kereta cepat Bandung - Jakarta. Aku juga heran.. Orang Jakarta ke Bandung cepat-cepat mau ngapain sih.. palingan mau nginep di Villa gak harus cepat-cepat lah.. apalagi sama si kembang Bandung .. Kembang beneran ya.. bukan kembang yang bisa jalan. 


Kebutuhan mobilitas orang Jakarta - Bandung PP sebenarnya sudah cukup terpenuhi dengan kereta yang sudah ada. Toh Jakarta Bandung dengan kereta yang tidak sampai 4 jam. Selain itu banyak orang punya kendaraan sendiri mereka bisa lewat tol dan jalan puncak... Kenapa jalan di puncak macet.. mereka emang gak mau cepat-cepat kalau ke Bandung. Mereka itu memang mau macet. Aduhh kalau aku pikir orang kita sih suka yang macet.. jangan di paksa cepat -cepat deh .. 


Dari segi stabilitas pemerintahan Bapak Jokow emang OK. Selama dia memimpin tidak pernah terjadi kerusuhan besar atau gangguan keamanan yang sampai membuat ketidak stabilan secara nasional. 


Dari segi ekonomi , walaupun di hantam sama si kopet dan regulasinya.. masyarakat masih bisa belanja di mall, masih bisa belanja di pasar dan semua kebutuhan masih terpenuhi. Walaupun sempat banyak karyawan yang dirumahkan namun kondisi sudah mulai normal. 


Nah yang terakhir nih.. masalah kenaikan harga BBM. Untung Bapak Jokowi hanya menaikan harga Pertamax dan temanya yang memang untuk konsumsi menengah atas. Mereka gak akan protes turun ke jalan dengan kenaikan ini. 


Nah pertalite ini sebenarnya menjadi kunci. Kunci yang akan memicu kenaikan harga-harga. Kalau sampai pertalite naik ...harga-harga bakalan melambung. Dan pemerintahan Bapak Jokowi harus berpikir ulang kalau mau menaikan. Meskipun ada desakan dari konglomerat atau tekanan international untuk menaikan pertalite saran aku sih di pertahankan dengan harga segitu. 


Para oposisi emang kurang cerdas. Mereka agaknya bukan orang jalanan sehingga bahasa mereka gak mengena untuk memancing emosi masa. Yang diperlukan kan tekanan masa untuk menggoyang sebuah pemerintahan. Kalau cuma koar-koar di sosmed , youtube , TV atau apalah.. gak bakalan pengaruh. Lagian bahasa dan bahasan mereka cuma seputaran utang pemerintah, korupsi, oligarki, dan bahasa tinggi yang gak nyampai masyarakat bawah. Coba mereka bicara di jalanan dengan bahasa jalanan.. 


" Nih harga naik semua.. dasar pem..ri..tah tol..l.." Kalau gak bisa turunin harga turun aja? ..." Itu contoh.. maaf ye.. buat pendukung Bapak Jokowi jangan marah. Buat pendukung oposisi juga jangan marah kalau aku bilang tokoh kalian itu "go.. lok". 


Perubahan itu akan muncul sampai muncul seorang tokoh oposisi yang mengerti bahasa rakyat, bicara dengan bahasa rakyat dan berdiri disisi rakyat. Kalau boleh sedikit menengok sejarah adalah orang yang bisa memiliki keris Kyai Sengkelat. Keris itu adalah buatan Empu Supo kalau tidak salah. Dan orang yang bisa memegang keris itu adalah Sunan Kudus. Sunan Kudus bisa menggerakan rakyat untuk menentang Majapahit. Terutama wilayah pesisir yaitu Demak dan sekitarnya, yang akhirnya Majapahit runtuh dan munculah kerajaan Demak. 

Apa sih Keris Kyai Sengkelat. Ya.. baca-baca dari banyak artikel artinya sih kira-kira gini. Sengkelat artinya Sengkeling Ati. Artinya kemarahan hati rakyat. Nah siapa yang bisa mengelola kemarahan hati rakyat karena ketidakadilan, kenaikan harga-harga dan masalah lainya maka dia lah yang nantinya akan mampu mengalahkan kekuasaan Bapak Jokowi. Nah .. siapa tokoh itu? Maaf ya mungkin tulisan ini terkesan kontra dengan pemerintahan sekarang. Kalau secara pribadi sih aku puas tapi ya itu dengan beberapa catatan. 


Jaman Bapak SBY aku nyari kerja jadi guru di lembaga kursusan bahasa Inggris gampang banget, selain itu untuk dapat order les private juga gampang. Tapi sekarang melamar guru sainganya ratusan orang. Jadi jujur ya emang susah cari kerja sekarang ini. Itu saja ... kawan-kawan boleh pro dan kotra tapi gak usah pake otot lah. lebih baik pake argumentasi yang sehat saja.